Archive for Januari, 2010

Efek Pemanasan Global Terhadap Ekosistem Terumbu Karang (bag. II)

Pada tulisan sebelum ini di bagian satu, saya sudah membahas sedikit tentang terumbu karang dan alga yang hidup di terumbu karang. Proses yang terjadi pada efek pemanasan global terhadap ekosistem terumbu karang tidak lepas pada proses yang telah lama kita pelajari yakni Fotosintesis. Maka tulisan kali ini saya akan kembali membahas sedikit tentang Fotosintesis.

Fotosintesis

Fotosintesis berasal dari kata fotos (cahaya) dan sintesis (pembentukan). Fotosintesis merupakan proses pembentukan makanan dengan menggunakan cahaya. Proses ini dapat dilakukan oleh organisme autotrof  karena memiliki klorofil. Klorofil berfungsi sebagai penangkap cahaya. Klorofil adalah zat hijau daun yang terdapat di dalam Kloroplas. Reaksi kimia Fotosintesis dapat ditulis sebagai berikut:

CO2 + H2O -> C6H12O6 + O2

Pembentukan zat makanan ini membutuhkan cahaya dalam prosesnya. Dari berbagai spektrum cahaya yang dihasilkan matahari, sinar merah dan sinar nila lah yang paling banyak digunakan (diserap klorofil).

Pembahasan Fotosintesis kali ini digunakan untuk menganalisis efek pemanasan global terhadap ekosistem terumbu karang.

Comments (145) »

Efek Pemanasan Global Terhadap Ekosistem Terumbu Karang (bag. I)

Beberapa dari kita tentu belum tau apa pengaruh efek pemanasan global yang sekarang sedang terjadi terhadap ekosistem terumbu karang. Nah, di sini kita bisa membahasnya sedikit. Yang pertama adalah mengenal ekosistem terumbu karang.

Terumbu Karang

Terumbu karang merupakan sebuah ekosistem yang berada di laut dangkal tropis, seperti pada negara kita Indonesia yang terletak pada paparan benua dan memiliki gugusan pulau-pulau.  Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan terumbu karang antara lain perairan yang jernih, suhu perairan yang hangat, perairan yang memiliki sirkulasi air yang lancar, dan terhindar dari proses sedimentasi. Dalam pertumbuhannya, terumbu karang bersimbiosis mutualisme dengan alga simbiotik yang hidup dalam jaringannya. Alga simbiotik ini menggunakan terumbu karang sebagai tempat perkembangbiakannya dan mengambil senyawa inorganik seperti nitrat, fosfat, dan karbondioksida dari terumbu karang. Terumbu karang mengambil oksigen dan senyawa organik hasil fotosintesis alga.

Terumbu

Ekosistem yang terdapat pada terumbu karang menghasilkan sedimentasi kalsiumkarbonat. Sedimentasi kalsiumkarbonat ini membentuk batuan sedimen kapur yang disebut terumbu.

Karang

Karang disini sebenarnya adalah koral yang adalah sekelompok hewan dari ordo Scleractinia yang menghasilkan kapur sebagai pembentuk utama terumbu.

Alga

Alga merupakan salah satu biota laut yang hidup di terumbu karang. Fotosintesis yang dilakukan alga menyebabkan bertambahnya produksi kalsiumkarbonat. Proses fotosintesis ini membuat karang pembentuk terumbu. Terumbu karang yang memiliki alga pada ekosistemnya memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dari terumbu karang yang tidak memiliki alga simbiotik ini.

(Berbagai Sumber)

Comments (133) »

Menjadi Pemulung

Lima hari terakhir ini saya tidak meng-update tulisan di blog saya karena kegiatan ANSOS (analisa sosial) dari kampus. Kegiatan ini mewajibkan kami ber-live in di rumah-rumah penduduk yang berada di Salatiga, Jawa Tengah. Kami juga diharuskan bekerja pada keluarga yang kami tempati sesuai dengan jenis pekerjaan yang merupakan mata pencaharian keluarga tersebut.

Hal menarik saya temui pada seorang teman saya yang tinggal pada keluarga pemulung. Mau tidak mau teman saya ini harus menjadi pemulung juga. Berikut refleksi saya sesuai pengamalaman cerita teman saya ini.

Menjadi pemulung bukan merupakan cita-cita semua orang. Bagaimana mungkin bercita-cita menjadi orang yang setiap hari berinteraksi dengan sampah, bau, dan kotor. Karena alasan ini juga pandangan masyarakat terhadap pemulung menjadi sedikit “horor”. Pernah kan Anda membaca tulisan yang berbunyi “ Pemulung dilarang masuk. Nekat masuk, BACOK!”. Nah inilah contoh bagaimana masyarakat kita menanggapi kehadiran pemulung. Pengalaman teman saya, saat dia bekerja sebagai pemulung, anak-anak sekolah di salah satu SMA di Salatiga mengejeknya dan diberi tatapan mata jijik dari setiap orang yang menjumpainya.

Tanpa kita sadari sebenarnya pemulung memiliki kontribusi yang sangat besar pada kebersihan kota, dan secara umum pengurangan penumpukan sampah di muka bumi. Pendauran ulang sampah-sampah daur ulang kebanyakan atau bahkan hampir seluruhnya dihasilkan dari hasil kerja pemulung. Mendaur ulang sampah merupakan hal terbaik yang sampai saat ini dipakai untuk mengurangi penumpukan sampah di bumi.

Bagaimana dengan kita semua?

Mampukah menjadi pemulung untuk sampah-sampah di sekitar kita? Seorang memungut sampah satu saja setiap harinya sudah menjadikan kita masyarakat yang sadar akan lingkungan dan alam.

Comments (149) »

My Blog’s First Award

Pada pergantian tahun ini, blog ini mendapatkan hadiah indah. Saya termasuk diantara enam orang yang diberi award oleh saudara Pohon. Sebuah pencapaian luar biasa di awal keterlibatan saya dalam dunia blog ini. Mungkin bagi sebagian orang ini adalah hal yang biasa, tapi bagi saya ini punya makna tersendiri. Sebagai blogger baru, dengan mendapatkan award ini, saya merasa diterima oleh Perkumpulan Luar Biasa ini. Saya senang sekali bisa berada, beraktifitas, dan berinteraksi di antara Anda sekalian, pribadi-pribadi hebat. Harapan saya, saya ingin menjadi seperti Anda sekalian dengan tulisan-tulisan yang berkualitas, punya karakter dan hebat.

Dan inilah award yang saya terima

Terimakasih buat saudara Pohon dan buat Anda sekalian, Pribadi-Pribadi Luar Biasa.

Comments (189) »

Efek Rumah Kaca

Pemanasan global merupakan isu panas beberapa tahun terakhir ini. Kenaikan kadar CO2 di atmosfir mengakibatkan efek rumah kaca yang berdampak pada pemanasan di permukaan bumi.

Efek rumah kaca alami

Matahari sebagai pusat tata surya kita memberikan energi berupa radiasi dengan panjang gelombang yang sangat pendek pada bumi. Sepertiga dari energi itu dipantulkan kembali ke luar angkasa oleh atmosfir bumi, duapertiga sisanya diserap oleh permukaan bumi dan oleh atmosfir itu sendiri. Untuk menyeimbangkan energi yang diserap maka bumi harus meradiasikan kembali jumlah energi yang sama ke angkasa. Karena suhu pada permukaan bumi lebih dingin dibanding matahari maka radiasi yang dipantulkan kembali memiliki panjang gelombang yang lebih pendek. Sebagia besar radiasi yang dilepaskan oleh permukaan bumi diserap oleh atmosfir dan kemudian diradiasikan kembali ke bumi. Rangkaian proses ini disebut dengan efek rumah kaca alami. Efek rumah kaca alami berfungsi menghangatkan suhu permukaan bumi. Tanpa efek rumah kaca alami ini suhu permukaan bumi akan berada dibawah suhu 0 derajat Celcius.

Efek rumah kaca saat ini

Aktifitas-aktifitas manusia pada beberapa abad terakhir ini seperti pembakaran hutan, penebangan pohon besar-besaran, dan penggunaan bahan bakar fosil telah meningkatkan kadar gas rumah kaca alami di atmosfir(terutama CO2). Penambahan gas CO2 merupakan faktor terbesar yang mempengaruhi pertambahan suhu di permukaan bumi dengan efek rumah kaca. Meningkatnya suhu permukaan bumi mengakibatkan siklus efek rumah kaca yang cukup besar peningkatannya. Misalnya, dengan meningkatnya suhu atmosfir dan permukaan bumi mengakibatkan konsentrasi uap air meningkat di atmosfir yang selanjutnya meningkatkan lagi efek rumah kaca. Hal ini menyebabkan pemanasan lanjutan yang akan menambah kadar uap air. Uap air adalah salah satu kandungan di atmosfir yang menangkap pantulan radiasi dari permukaan bumi. Siklus ini akan terus menambah suhu permukaan bumi. Apa yang dapat kita lakukan?

  1. Reforestation
  2. Kurangi pemakaian bahan bakar fosil

Comments (184) »