Posts tagged efek

Efek Pemanasan Global Terhadap Ekosistem Terumbu Karang (bag. I)

Beberapa dari kita tentu belum tau apa pengaruh efek pemanasan global yang sekarang sedang terjadi terhadap ekosistem terumbu karang. Nah, di sini kita bisa membahasnya sedikit. Yang pertama adalah mengenal ekosistem terumbu karang.

Terumbu Karang

Terumbu karang merupakan sebuah ekosistem yang berada di laut dangkal tropis, seperti pada negara kita Indonesia yang terletak pada paparan benua dan memiliki gugusan pulau-pulau.  Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan terumbu karang antara lain perairan yang jernih, suhu perairan yang hangat, perairan yang memiliki sirkulasi air yang lancar, dan terhindar dari proses sedimentasi. Dalam pertumbuhannya, terumbu karang bersimbiosis mutualisme dengan alga simbiotik yang hidup dalam jaringannya. Alga simbiotik ini menggunakan terumbu karang sebagai tempat perkembangbiakannya dan mengambil senyawa inorganik seperti nitrat, fosfat, dan karbondioksida dari terumbu karang. Terumbu karang mengambil oksigen dan senyawa organik hasil fotosintesis alga.

Terumbu

Ekosistem yang terdapat pada terumbu karang menghasilkan sedimentasi kalsiumkarbonat. Sedimentasi kalsiumkarbonat ini membentuk batuan sedimen kapur yang disebut terumbu.

Karang

Karang disini sebenarnya adalah koral yang adalah sekelompok hewan dari ordo Scleractinia yang menghasilkan kapur sebagai pembentuk utama terumbu.

Alga

Alga merupakan salah satu biota laut yang hidup di terumbu karang. Fotosintesis yang dilakukan alga menyebabkan bertambahnya produksi kalsiumkarbonat. Proses fotosintesis ini membuat karang pembentuk terumbu. Terumbu karang yang memiliki alga pada ekosistemnya memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dari terumbu karang yang tidak memiliki alga simbiotik ini.

(Berbagai Sumber)

Comments (133) »

Efek Rumah Kaca

Pemanasan global merupakan isu panas beberapa tahun terakhir ini. Kenaikan kadar CO2 di atmosfir mengakibatkan efek rumah kaca yang berdampak pada pemanasan di permukaan bumi.

Efek rumah kaca alami

Matahari sebagai pusat tata surya kita memberikan energi berupa radiasi dengan panjang gelombang yang sangat pendek pada bumi. Sepertiga dari energi itu dipantulkan kembali ke luar angkasa oleh atmosfir bumi, duapertiga sisanya diserap oleh permukaan bumi dan oleh atmosfir itu sendiri. Untuk menyeimbangkan energi yang diserap maka bumi harus meradiasikan kembali jumlah energi yang sama ke angkasa. Karena suhu pada permukaan bumi lebih dingin dibanding matahari maka radiasi yang dipantulkan kembali memiliki panjang gelombang yang lebih pendek. Sebagia besar radiasi yang dilepaskan oleh permukaan bumi diserap oleh atmosfir dan kemudian diradiasikan kembali ke bumi. Rangkaian proses ini disebut dengan efek rumah kaca alami. Efek rumah kaca alami berfungsi menghangatkan suhu permukaan bumi. Tanpa efek rumah kaca alami ini suhu permukaan bumi akan berada dibawah suhu 0 derajat Celcius.

Efek rumah kaca saat ini

Aktifitas-aktifitas manusia pada beberapa abad terakhir ini seperti pembakaran hutan, penebangan pohon besar-besaran, dan penggunaan bahan bakar fosil telah meningkatkan kadar gas rumah kaca alami di atmosfir(terutama CO2). Penambahan gas CO2 merupakan faktor terbesar yang mempengaruhi pertambahan suhu di permukaan bumi dengan efek rumah kaca. Meningkatnya suhu permukaan bumi mengakibatkan siklus efek rumah kaca yang cukup besar peningkatannya. Misalnya, dengan meningkatnya suhu atmosfir dan permukaan bumi mengakibatkan konsentrasi uap air meningkat di atmosfir yang selanjutnya meningkatkan lagi efek rumah kaca. Hal ini menyebabkan pemanasan lanjutan yang akan menambah kadar uap air. Uap air adalah salah satu kandungan di atmosfir yang menangkap pantulan radiasi dari permukaan bumi. Siklus ini akan terus menambah suhu permukaan bumi. Apa yang dapat kita lakukan?

  1. Reforestation
  2. Kurangi pemakaian bahan bakar fosil

Comments (184) »