Posts tagged green

GREEN CHRISTMAS

Merayakan natal tanpa sebuah tema yang bisa dibawa pulang untuk perenungan, menurut saya bukan Natal yang sesungguhnya. Tema bisa diambi dari yang disediakan gereja atau Paroki, atau bisa membuatnya sendiri. Sama seperti tahun lalu, tema natal saya masih sama, Green Christmas.

Nah, apa itu Green Christmas? Ini adalah gerakan, cieh, yang saya ciptakan untuk diri saya sendiri dalam menyikapi natal. Why Green? Karena setiap tahunnya, khususnya di penghujung tahun seperti ini, akumulasi penebangan hutan, perusakan habitat sejumlah besar hewan dan tumbuhan, juga peningkatan gas-gas rumah kaca di Atmosfir kita terhitung secara lengkap(karena akhir tahun).

Luas hutan yang rusak di Indonesia tahun 2009 : 1,946juta hektar di kawasan KEL (Kawasan Ekosistem Leuser).

Jumlah Species Hewan yang terancam punah tahun 2009 : 17.000 species hewan.

Jumlah Species Tumbuhan yang terancam punah tahun 2009 : 30.677 species tumbuhan.

Kenaikan rata-rata permukaan air laut tahun 2009 :  9-25 cm.

Kerusakan terumbu karang tahun 2009 : 41,78% dari 71.000 Km2 (Indonesia).

Menjadikan momen natal yang indah ini sebagai penyemangat menghijaukan lagi bumi ini tidak salah bukan? Apakah kita tega melihat bayi Yesus menghirup polutan sebagai nafas pertamanya di bumi?

Tanamlah minimal 1 pohon bagi yang merayakan natal tahun ini…

Iklan

Comments (127) »

TEMA NATAL TAHUN INI

Pagi ini saya bangun dengan terburu-buru berhubung jarum panjang jam dinding menunjukan tinggal 30menit lagi waktu kuliah. Cepat-cepat mandi,berpakaian dan bersiap untuk pertempuran hari ini di kampus tercinta. Eh setelah selesai, ternyata masih jam 5:40. Buset. Ya udah, mau bagaimana lagi..hehehe. Nah saya memutuskan tetap pergi ke kampus lebih pagi hari ini.  Dalam perjalanan saya merasa senang bisa melihat Solo yang masih hijau. Mata segar, pikiran segar.

OK OK OK… Berhubung natal sudah semakin dekat, tentunya kita punya harapan masing-masing kan.

Now,this is mine. Merayakan natal dengan sebuah tujuan tertentu lebih terasa berarti dibandingkan dengan hanya merayakannya sebagai perayaan agama tahunan. Tahun ini, apa yang ingin saya tuju? menghijaukan lagi Indonesia tercinta, hehehe.

Penebangan hutan di Kalimantan menghasilkan jumlah kayu yang lebih banyak dari hasil dari Afrika dan Amazon digabungkan-Lisa Curran. Padahal, Kalimantan saat ini menjadi harapan dunia sebagai paru-parunya. Bangga?? belum terlihat ada di dalam diri kita sebagai penduduk Indonesia. Setiap tahunnya kita menebang sekitar 700.000-850.000 hektar hutan di Indonesia dan 75% dari jumalah itu dilakukan secara ilegal. Jika tidak ada lagi hutan di bumi, penumpukan gas Karbondioksida di atmosfir kita akan membuat efek rumah kaca semakin membuat suhu di bumi makin tinggi, tidak mustahil jika akan mencapai 100-150 derajat Celcius. Belum lagi penggunaan bahan bakar fosil yang masih menjadi unggulan saat ini dengan emisi yang berpotensi besar menjadi gas rumah kaca. Setiap tahun pun penggunanya semakin banyak. Dengan keadaan seperti ini suhu bumi akan mencairkan es di kutub-kutub bumi sehingga permukaan air laut naik. Dampaknya bagi kita adalah rusaknya ekosistem mangrove, menyempitnya pulau-pulau yang kita tempati, meluasnya intrusi air laut karena kenaikan permukaan air laut. Atau yang akan paling terasa adalah saat kita sedang merayakan Ekaristi Malam Natal, gereja kita kebanjiran.

Green Christmas

Menjadikan momen natal tahun ini sebagai ajang penyadaran merupakan hal yang sungguh amat baik. Tentunya tulisan ini bukan yang pertama dan tulisan ini hanya catatan kecil dari yang sudah-sudah. Tetapi, tanpa tindakan nyata tidak akan menghasilkan apa-apa, bukan?. Nah apa yang akan saya lakukan? Hal yang sudah sangat sering terjadi adalah saat natal orang mengirimkan ucapan selamat kepada sanak keluarga dan kerabat sekalian melalui SMS. Dalam SMS saya nanti, saya akan menyisipkan betapa pentingnya menghijaukan bumi kita lagi dan mengajak menanam minimal satu bibit pohon tiap orang. Saya sendiri sudah menyiapkan bibit pohon yang akan saya tanam nanti.

Tuhan hampir lahir ke dunia. Saat Dia lahir nanti, apakah kita tega membiarkan Tuhan kita menghirup polutan sebagai nafas pertamanya? Tentunya Dia juga akan menyesal melihat titipanNya rusak di tangan kita(manusia; mahluk berakal budi). Kita dianugrahi bumi yang hijau dan indah pada mulanya, sudah sepantasnya kita menjaga dan mengembalikannya dalam keadaan seperti sedia kala. Amin.

Apa tema natalmu tahun ini?

ref: 1. http://world.mongabay.com/indonesian/borneo-hutan.html

2.http://world.mongabay.com/indonesian/pemerintah.html

Comments (15) »