Posts tagged salatiga

Menjadi Pemulung

Lima hari terakhir ini saya tidak meng-update tulisan di blog saya karena kegiatan ANSOS (analisa sosial) dari kampus. Kegiatan ini mewajibkan kami ber-live in di rumah-rumah penduduk yang berada di Salatiga, Jawa Tengah. Kami juga diharuskan bekerja pada keluarga yang kami tempati sesuai dengan jenis pekerjaan yang merupakan mata pencaharian keluarga tersebut.

Hal menarik saya temui pada seorang teman saya yang tinggal pada keluarga pemulung. Mau tidak mau teman saya ini harus menjadi pemulung juga. Berikut refleksi saya sesuai pengamalaman cerita teman saya ini.

Menjadi pemulung bukan merupakan cita-cita semua orang. Bagaimana mungkin bercita-cita menjadi orang yang setiap hari berinteraksi dengan sampah, bau, dan kotor. Karena alasan ini juga pandangan masyarakat terhadap pemulung menjadi sedikit “horor”. Pernah kan Anda membaca tulisan yang berbunyi “ Pemulung dilarang masuk. Nekat masuk, BACOK!”. Nah inilah contoh bagaimana masyarakat kita menanggapi kehadiran pemulung. Pengalaman teman saya, saat dia bekerja sebagai pemulung, anak-anak sekolah di salah satu SMA di Salatiga mengejeknya dan diberi tatapan mata jijik dari setiap orang yang menjumpainya.

Tanpa kita sadari sebenarnya pemulung memiliki kontribusi yang sangat besar pada kebersihan kota, dan secara umum pengurangan penumpukan sampah di muka bumi. Pendauran ulang sampah-sampah daur ulang kebanyakan atau bahkan hampir seluruhnya dihasilkan dari hasil kerja pemulung. Mendaur ulang sampah merupakan hal terbaik yang sampai saat ini dipakai untuk mengurangi penumpukan sampah di bumi.

Bagaimana dengan kita semua?

Mampukah menjadi pemulung untuk sampah-sampah di sekitar kita? Seorang memungut sampah satu saja setiap harinya sudah menjadikan kita masyarakat yang sadar akan lingkungan dan alam.

Comments (149) »