Posts tagged terumbu karang

Efek Pemanasan Global Terhadap Ekosistem Terumbu Karang (bag. II)

Pada tulisan sebelum ini di bagian satu, saya sudah membahas sedikit tentang terumbu karang dan alga yang hidup di terumbu karang. Proses yang terjadi pada efek pemanasan global terhadap ekosistem terumbu karang tidak lepas pada proses yang telah lama kita pelajari yakni Fotosintesis. Maka tulisan kali ini saya akan kembali membahas sedikit tentang Fotosintesis.

Fotosintesis

Fotosintesis berasal dari kata fotos (cahaya) dan sintesis (pembentukan). Fotosintesis merupakan proses pembentukan makanan dengan menggunakan cahaya. Proses ini dapat dilakukan oleh organisme autotrof  karena memiliki klorofil. Klorofil berfungsi sebagai penangkap cahaya. Klorofil adalah zat hijau daun yang terdapat di dalam Kloroplas. Reaksi kimia Fotosintesis dapat ditulis sebagai berikut:

CO2 + H2O -> C6H12O6 + O2

Pembentukan zat makanan ini membutuhkan cahaya dalam prosesnya. Dari berbagai spektrum cahaya yang dihasilkan matahari, sinar merah dan sinar nila lah yang paling banyak digunakan (diserap klorofil).

Pembahasan Fotosintesis kali ini digunakan untuk menganalisis efek pemanasan global terhadap ekosistem terumbu karang.

Iklan

Comments (145) »

Efek Pemanasan Global Terhadap Ekosistem Terumbu Karang (bag. I)

Beberapa dari kita tentu belum tau apa pengaruh efek pemanasan global yang sekarang sedang terjadi terhadap ekosistem terumbu karang. Nah, di sini kita bisa membahasnya sedikit. Yang pertama adalah mengenal ekosistem terumbu karang.

Terumbu Karang

Terumbu karang merupakan sebuah ekosistem yang berada di laut dangkal tropis, seperti pada negara kita Indonesia yang terletak pada paparan benua dan memiliki gugusan pulau-pulau.  Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan terumbu karang antara lain perairan yang jernih, suhu perairan yang hangat, perairan yang memiliki sirkulasi air yang lancar, dan terhindar dari proses sedimentasi. Dalam pertumbuhannya, terumbu karang bersimbiosis mutualisme dengan alga simbiotik yang hidup dalam jaringannya. Alga simbiotik ini menggunakan terumbu karang sebagai tempat perkembangbiakannya dan mengambil senyawa inorganik seperti nitrat, fosfat, dan karbondioksida dari terumbu karang. Terumbu karang mengambil oksigen dan senyawa organik hasil fotosintesis alga.

Terumbu

Ekosistem yang terdapat pada terumbu karang menghasilkan sedimentasi kalsiumkarbonat. Sedimentasi kalsiumkarbonat ini membentuk batuan sedimen kapur yang disebut terumbu.

Karang

Karang disini sebenarnya adalah koral yang adalah sekelompok hewan dari ordo Scleractinia yang menghasilkan kapur sebagai pembentuk utama terumbu.

Alga

Alga merupakan salah satu biota laut yang hidup di terumbu karang. Fotosintesis yang dilakukan alga menyebabkan bertambahnya produksi kalsiumkarbonat. Proses fotosintesis ini membuat karang pembentuk terumbu. Terumbu karang yang memiliki alga pada ekosistemnya memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dari terumbu karang yang tidak memiliki alga simbiotik ini.

(Berbagai Sumber)

Comments (133) »

Terumbu Karang? Not My Business

Konsep Masa Depan Masyarakat Indonesia Akan Alamnya

Teman-teman tahu gambar apa di atas?? Yupz benar banget.. Indah?? So pazti. Indonesia adalah negara bahari yang kaya akan kekayaan alam laut lho. Bayangkan, bumi pertiwi ini adalah pusat persebaran terumbu karang terbanyak di seantero dunia…hehehe..kita pasti bangga. Kita memiliki 60.000Km2 atau Sekitar 15%-18% dari jumlah total terumbu karang dunia dan menyumbang 65% dari coral triangle. Di Papua terdapat jumlah species terumbu karang tertinggi di dunia. Betapa kayanya kita.

Hal ini wajar karena negara kita terletak di wilayah perairan tropis. Perairan tropis merupakan tempat perkembangbiakan  terumbu karang dengan suhu perairan hangat antara 22 derajat Celcius. Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem yang unik sebab sangat peka terhadap perubahan lingkungannya. Suhu perairan naik sekitar 1 derajad Celcius saja dapat mengakibatkan terumbu karang rusak, bleaching(pemutihan). Diambil satu saja maka akan merusak keseluruhan. Yang tidak adil adalah jika merusakan terumbu karang hanya butuh waktu sedetik, perlu ratusan tahun bagi terumbu karang untuk terbentuk secara utuh dan bagus seperti gambar di atas. Its not fair!!

Tanggapan masyarakat Indonesia terhadap kekayaan alamnya?

Perusakan terumbu karang dapat terjadi karena 2 hal. Oleh manusia dan oleh alam sendiri. Oleh manusia contohnya pemboman, peracunan, perburuan terumbu karang, dan penggunaan alat-alat yang tidak ramah lingkungan, limbah-limbah. Oleh alam misalnya tsunami, badai, dll. Dari kedua sebab diatas yang terbanyak jumlahnya karena ulah manusia. Di Indonesia, penangkapan ikan masih menggunakan cara-cara yang tidak ramah lingkungan. Pemboman dan peracuan masih sering terjadi. Memang hasil yang didapatkan banyak, tapi meninggalkan terumbu karang yang rusak. Mereka mungkin belum tahu manfaat Terumbu karang yang mereka rusak. Terumbu karang merupakan tempat penyedia makanan bagi sebagian besar biota laut dan mengurangi pemanasan global. Jika terumbu karang rusak, Persediaan makanan tentu berkurang dan jumlah ikan-ikan akan semakin sedikit, mati karena kekurangan makanan. Jumlah ikan berkurang maka akan berpengaruh pada hasil tangkapan nelayan. Nah lho, trus nanti siapa yang rugi?? Dari sini kita dapat melihat bagaimana masyarakat kita memahami alam dari konsep masa depan. Bagaimana menurut Anda?

Selamatkan Terumbu Karang, SEKARANG!!!

Comments (8) »